Popular Post

Popular Posts

Recent post

Showing posts with label Berita Umum. Show all posts


      Aku Perempuan & Aku Pahlawan Masakini
Agenda non formal Komisariat Sufyan Tsauri Majenang yang di selenggarakan pada kamis 12 Desember 2019 di gedung bioskop Majenang.
      Adalah komisariat ini untuk sedikit mengingatkan paradigma dan kultur masalalu dengan perbandingan di masa sekarang bahwa seorang perempuan memiliki hak dan peran yang sama dengan seorang lelaki di beberapa sektor dan sebagai agenda      memperkenalkan PMII di distrik Majenang.
      Acara yang di rancang dan di persiapkan selama 2 dan aktifnya 1 minggu sebelum acara berhasil mencapai 246 peserta dari anak SMK/SMA Sederajat, ormas NU dari Ipnu - Nu dan Mahasiswa sedistrik majenang.
     

Acara ini di ketuai oleh Sahabati Meyla Fahminahdiah


Seminar Nasional Perempuan Pahlawan


Pemberangkatan delegasi dari PARMA Majenang 

Latihan yang di selenggarakan oleh LPB MDMC CILACAP di adakan pada16 -17 November 2019 kemarin berjalan dengan lancar
Acara ini berlokasi di MI Muhammadiah Ds.Mujur Lor Kec.Kroya yang di ikuti setiap Organisasi atau ormas relawan dari seluruh kabupaten Cilacap baik dari Muhammadiah sampai umum dari pelajar SMA hingga orang tua

Materi dari dasar pertolongan dalam efakuasi korban hingga simulasi evakuasi korban yang sangat terencana dengan sangat matang membuat peserta sangat puas dalam pelatihannya

" hal yang tidak pernah saya bayangkan, sulitnya mencari korban bencana memberi pertolongan pertama yang memiliki resiko besar karna kesalahan dalam penanganan dapat berakibat fatal untuk korban dan mengatasi keluarga masyarakat   yang khawatir terhadap keluarganya saat menjadi korban bahkan belajar pentingnya kerjasama tim untuk mencapai ke suksesan rencana saya dapat pelajari dari simulasi pelatihan bencana ini " pendapat yang di katakan oleh Farez Chaiber salah satu peserta delegasi dari  PARMA Majenang yang bersetatus sebagai Mahasiswa STAI Sufyan Tsauri Majenag sekaligus aktifis PMII Sufyan Tsauri yang di bimbing oleh Komandan Hendro Susanto di Pecinta Alam Rescue Majenang

" bukan hanya materi yang di jelaskan dengan power poin  dan praktek namun simulasinya juga kita lalui hingga paham artinya setiap detik dan langkah yang akan kita ambil bagi nyawa orang lain yang akan kita selamatkan dan butuh kita selamatkan" Sahut Kiki salahsatu peserta delegasi PARMA Majenang yang ikut dalam pelatihan untuk menambahkan sahutan dari Farez Chaiber

Memanusiakan Manusia tanpa pamrih yang memiliki resiko besar harus di mulai dengan dasar ilmu dan keihklasan
Seperti ikuti pelatihan seminar atau ikut PARMA salah satunya bukan hanya cinta alam dan naik gunung tapi jiwa kemanusiaan dan relawan yang sangat di tekankan.

https://youtu.be/MDvKS6dJGBw

https://lpmstaismajenang.blogspot.com/2019/11/latihan-bersama-evakuasi-banjir-bandang.html?m=1

Telah lolos seleksi
Ttd ketua
Lembaga Pers Mahasiswa STAI Sufyan Tsauri

Latihan Bersama Evakuasi Banjir Bandang


Mahasiswa bukan pekerja tapi pencipta lapangan kerja
Farez D.H. 12 November 2019

https://youtu.be/HsMam4mzdqY

Menjadi sarjana dengan nilai tinggi cumlaude adalah pencapaiyan terbaik dan menjadi kebanggaan orang tua.
Tapi apalah arti bagi mahasiswa atau sarjana yang sibuk mencari lapangan pekerjaan, kaum generasi muda yang terdidik dan berintelektual justru berebut dan berlomba  memperoleh pekerjaan.
Apalah nasib kaum biasa, yang bodoh dan tidak berpendidikan jika di tuntut bersaing dengan para sarjana.
Apalah arti gelar sarjana cumlaude dengan prestasi nilai tinggi dan lulusan dari kampus terbaik, kalau sibuk menjadi pekerja.
          Siapa yang menjadi estafet kepemimpinan dalam pemerintahan dan siapa yang akan membuka lapangan pekerjaan, mensejah terakan masyarakat dan memikirkan banyak orang di banding memikirkan diri sendiri.
Menjadi pekerja yang bersaing dengan rakyat biasa itu mudah bagi sorang sarjana tapi menemukan tujuan pendidikan tinggi itu sendiri untuk apa yang sulit.
Menjadi Agent of change Social Control Iron stock
Adalah kebanggaan terbesar bagi sorang mahasiswa bahkan orangtua yang menguliahkan anaknya agar bermanfaat untuk orang lain.
https://youtu.be/HsMam4mzdqY

Jadilah Anak Kebanggaan

KOMISARIAT PMII SUFYAN TSAURI MAJENANG GELAR AKSI REFLEKSI

LPM STAI SUFYAN TSAURI – Minggu 10 November 2019 Sejak  pukul 13.00 WIB hingga pukul 16:00 WIB, Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Sufyan Tsauri Majenang gelar aksi refleksi dan ziaroh kubur untuk memperingati hari pahlawan 10 November dengan di kawal Kepolisian Sektor Majenang Polres Cilacap Polda Jawa Tengah.

Atribut yang di gunakan dalam aksi terlihat bentangan kain mori bertuliskan "Aksi Refleksi Hari Pahlawan PMII Sufyan Tsauri Majenang, kain mori yang di ikat pada lengan sebagai identitas anggota aksi dan berpakaian hitam bendera merah putih beserta bendera berwarna kuning bertuliskan PMII juga di kibarkan di jalan kota majenang.

Aksi tersebut di pimpin oleh Kordinator Umum Sahabat Ahmad Hibrizi dan Kordinator Lapangan Sahabati Eti Nginayati.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sufyan Tsauri melakukan aksi long march yang di ikuti Sekira 50 peserta  berjalan dari jalan Ahmad Dahlan depan Balai Desa Majenang  menuju Taman Makam Pahlawan Majenang Cilacap.


Dalam aksi long march itu, terdengar nyanyian-nyanyian khas tentang perjuangan dan kemerdekaan yang turut di suarakan oleh peserta aksi sepanjang perjalanan.

Usai sampai dilokasi Taman Makam Pahlawan dengan dikawal Polisi dari Kepolisian Sektor Majenang, Mereka kemudian membacakan do’a, bertahlil kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala teruntuk para pahlawan, hal itu sebagai ungkapan atau wujud dari kesadaran akan jasa-jasa mereka (para pahlawan) yang telah gigih memperjuangkan negeri ini (Indonesia).


Usai berdoa, bertahlil, lalu mereka menyiramkan air dengan menaburkan bunga di pusara para pahlawan itu. Setelahnya duduk melingkar di petakan lapang masih dalam lokasi makam pahlawan.

Para peserta itu kemudian secara bergantian  berdiri membacakan puisi dan berorasi satu-persatu dengan dilengkapi aksesoris pengeras suara, yakni Mega Pon, toa yang sering dugunakan massa aksi kini ikut untuk memperingati hari pahlawan. Puisi yang mereka bawakan berisi tentang pahlawan, kemerdekaan, ideologi, kesejahteran rakyat.


Ketua Komisiariat PMII Sufyan Tsauri Majenang, Humamu Masykur menerangkan. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh pada hari Minggu 10 November 2019.

“Kami mahasiswa melakukan aksi refleksi dalam rangka memperingati hari pahlawan ini dengan long march, ziaroh dan pembacaan puisi” Kata dia.

Sekjen atau Sekertaris Umum Fahmi Reza D.H. ketika diwawancarai awak redaksi LPM, "Banyak Para pejuang telah berperan dan berjasa besar pada bangsa atau negeri Indonesia ini demi generasi penerusnya, maka wajib bagi kita penerus generasi memperingati mengingat serta melanjutkan cita -cita  perjuangan mereka(pahlawan) untuk menjaga dan mewujudkan kemerdekaan NKRI ini.

Dengan adanya Aksi Refleksi ini Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Sufyan Tsauri mengarapkan,  terbentuknya kesadaran akan jiwa Nasionalis dari setiap kader anggota maupun masyarakat untuk nenjaga kesatuan NKRI dan terus mengingat sejarah jasa dari para pejuang untuk NKRI.


Tidak ada Soekarno berikutnya yang ada sejarah kamu yang harus bisa lebih dari dirinya.


        Paradigma yang sudah melekat di ranah sebagian masyarakat.
Buat apa kuliah ?, toh sama saja  yang sudah menjadi sarjanapun banyak yang menjadi pengangguran, mending sejak lulus SMK atau sederajat  langsung mencari kerja apalagi kalau baru lulus ada lowongan dan tawaran ngapain nunggu jadi sarjana keburu tua dan gaada yang menerima kerja.
Buat apa kuliah  mending biaya untuk kuliah buat modal usaha dari pada beramal kepada kampus, 1 semester 1,5 jt - puluhan dikali 8 semester bisa buat nyewa ruko + modalnya mas.
       Dan masih banyak pemikiran lain yang menjadi alasan untuk kuliah atau mengkuliahkan.
Kerangka dalam berfikir sejak awal seperti ini, bagai orang yang takut terukah atau menghadapi perihnya hidup yang tanpa di sadari justru semua itu di percepat dan di permanen.
Jika seorang sarjana yang tingkat keilmuannya melebihi  anak SMK sederajat juga masih dapat menjadi pengangguran apalah nasip yang SMK sederajat, lulus SMK sederajat untuk mencari  atau menerima kerja kontrak apalah kata saat kontrak selesai atau umur melewati batas tanpa keahlian, memiliki modal tanpa memiliki dasar ilmu dan jiwa ke-pemimpinan dalam berwira usaha maka tau sendiri hasilnya.
           Kuliah bukan untuk mendapatkan pekerjaan sebagai fokus utama tapi untuk membuat lapangan pekerjaan, sama seperti biaya pelatihan yang mahal di permurah dan di perluas kerangka dalam berfikirnya.
         Jika yang di katakan Deddy Corbuzier bahwa buat apa sekolah atau berpendidikan kalau mau menjadi pekerja ya tinggal trampil, mau jadi polisi atau tentara ya pelatihan dan sebagainya tapi saat kau mau jadi pemimpin dan memper banyak keilmuan baru berpendidikan.
 Dan untuk bekerja yang utama adalah karna kesenangan kalau kita mengerjakan karna terpaksa, tekanan, dan sebagainya yang membuat kamu tidak bahagia hasilnya juga tidak maksimal.
Banyak angak pengangguran dari sarjana karna mereka mengambil kejuruan atau prodi yang tidak sesuai dengan hatinya hingga saat menjadi pekerja tidak jauh dari hal yang tidak di inginkan juga.

Menjadi mahasiswa asik ko

Aja Ngasi Ora Dadi Mahasiswa


"TOLAK BERITA  HOAK"

Bisikan demi bisikan  yang berkata biaya kuliah itu mahal, akibat dari itu banyak sebagian masyarakat ragu bahkan takut untuk berkeinginan agar anaknya dapat kuliah.
           Rasa takut ragu sebelum melangkah membuat sebagian masyarakat terjebak dalam titik kemunduran, seperti sebuah angka NOL dimana setelahnya ada angka positif lainnya dan sebaliknya ada angka negatif lainnya.
Sama halnya tanpa kita mencoba, berusaha semaksimal mungkin dalam melangkah terus kedepan maka kita tidak akan tau dan belajar dari pengalaman.
      Banyak kampus yang memberi keringanan biaya dan melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi, Pemerintah dan Hamba Allah lainnya-pun masih banyak yang memberi bantuan, semua informasi itu tidaakan di dapat  saat kita sudah takut bahkan ragu hingga menutup mata dan telinga. Hal lainnya ada keringanan kelas reguler dan karyawan, membuktikan banyak mahasiswa yang masih bisa bekerja baik paruh waktu atau bekerja hoby (kereativitas,media dan lain sebagainya) pekerjaan tanpa tuntutan penghasilan lebih memungkinkan, dan hal pastinya saat anak kita berprestasi banyak sekolah yang asal yang membantu untuk mendapat pendidikan lebih tinggi bahkan berkemungkinan dapat melanjutkan pendidikan di luar Negri.
        Namun karna sebagian masyarakat terperangkap tradisi ataupun budaya rasa raguan dan takut  hingga berujung hanya  doa dan harapan tanpa usaha bagai meminta hujan uang tanpa bekerja, mengangap Allah atau sang pencipta akan memberi cuma- cuma pada hamba yang tidak berusaha.
Taada halangan untuk kuliah saat kita berani melangkah dan usaha, kita selalu kembali ke titik NOL  negatif atau positif kita yang tentukan.
Kegagalan, kesulitan bukan halangan tapi pembelajaran dari pengalaman.
Tanpa berani mengambil resiko  dengan melangkah maju mana tau masadepan.
-1, -2, -3, 0,1, 2, 3
Butuh saran bukan kritik.. !
Ttd ketua LPM STAI Sufyan Tsauri Majenang
Farez D.H.

GOSIP BIAYA KULIAH MAHAL

Suara Mahasiswa- Majenag adalah kota yang memang sangat berpotensi dan strategis, ketaatan hukum dan ketertiban lalulintas sangat di utamaka.
   Terbukti banyakya penertiban lalulintas yang mulai kerap di lakukan oleh Kapolsek Majenang di beberapa titik yang sangat strategis, dan mulai banyaknya tumbuh parlemen jalanan seperti aktivis mahasiswa dari beberapa kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI).
Dengan strategisnya kota Majenang, dan banyaknya persimpangan,memerlukan adanya tunjangan bantuan yang di berikan oleh pemerintahan seperti dinas perhubungan sangat di butuhkan untuk memfasilitasi ketertiban dalam lalulintas dan memper indah lagi kota Majenang dalam pembangunan dan penataan kota.
Salah satu bantuan dalam penataan kota dan ketertiban lalulintas seperti,
1. Rambu Lalulintas
2. Zebra cross
3. Rambu aman anak sekolah
Dan sangat menjadi harapan majenang akan menjadi kota yang bukan hanya indah tapi juga sangat tertib dalam berlalulintas
Sindiran Senyum

Majenang Tertib Yang Di Fasilitasi



Suara Mahasiswa- keheningan yang tertunggu ledakan yang kembali berbunyi, suara kritis, kritik dan saran dari sorang mahasiswa untuk meledakkan dunia dalam mengganti keheningan dengan pembaharuan.
      Kata dalam pertanyaan yang sering terlontar dari pemerintah maupun masyarakat dalam ketiduran dan keheningan masa kini.
Suara yang menantikan pemberharuan kualitas, kebijakan, bahkan suara - suara dalam keritis maupun saran dalam pembangunan dan pengawalan kebijakan negara.
   Namun masih banyak suara yang di keluarkan mahasiswa hanya menjadi sajian pro kontrakan masyarakat, saat mahasiswa bersuara bergerak di pertanyakan dan saat mereka diam di pertanyakan pula.
Lalu di mana mahasiswa seharusnya ada..?
  Lontaran pro
Mahasiswa itu bebas jadi harus sering lakukan
Mahasiswa itu berpendidikan harus membangun
Mahasiswa itu maha harus serba tau
Mahasiswa itu gaboleh takut
Mahasiswa itu tameng
Mahasiswa itu kamu
Mahasiswa itu yang dapat bermanfaat
Mahasiswa itu yang mampu merubah
Mahasiswa itu beda
  Lontaran kontra
Mahasiswa itu haya masyarakat biasa
Mahasiswa tidak tau apa-apa
Mahasiswa tidakbisa apa -apa
Mahasiswa lagi ngapa
Mahasiswa hanya ganggu

Dan menurut sahabat mahasiswa itu harus bagaimana,..
Sindir Senyum

Mahasiswa Berkata- Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di lakukan oleh Mahasiswa adalah kegiatan yang di maksudkan untuk mengaplikasikan atau menerapkan keilmuan yang di dapatkan untuk mengatasi dan memahami permasalahan yang ada di masyarakat.
         KKN di percaya masyarakat dapat menuntaskan permasalahan yang ada di ranah masyarakat dengan melalui keilmuan dan pembahasan yang di lakukan oleh generasi muda berintelektual.
KKN yang di maksudkan untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan di ranah masyarakat kini hanya sebagai formalitas dan tuntutan belaka untuk mendapatkan nilai, pemahaman dan pembahasan terkait masalah masyarakat yang kurang dalam membuat tidak ketepatan  sasaran kerap terjadi, itu semua karna mahasiswa hanya di beri  jangka waktu 4-5 Minggu  untuk melakukan penelitian, pembahasan, dan pelaksanaan yang bahkan di bebani untuk mencari dana dalam waktu yang singkat (manajemen keuwangan) ataupun mencari seponsor.

Oeh karnanya perlu adanya peninjauan ulang terkait sistem yang ada seperti kelenturan waktu untuk kkn agar bukan hanya mahasiswa hingga masyarakatpun akan mendapat hasil yang maksimal dan kedekatan mahasiswa dengan masyarakat akan benar" terjadi.

Hasil pertanyaan sebagian masyarakat terkait kegiatan KKN mahasiswa era ini, dan harapan dalam perkembagan dalam kegiatan dan kedekatan mahasiswa di ranah masyarakat dengan adanya peninjauwan ulang sistem kkn.

Sindiran Senyum Mahasiswa

KARNA SISTEM KKN

Majenang-22/10 dalam menyambut peringatan hari santri MWC  NU bersama Lembaga Lesbumi mengadakan sebuah pagelaran seni budaya santri Indonesia yang berjudul Lautan Jilbab karya Emha Ainun Nadjib.
      Pementasan ini di buka dengan shalawat dan sambutan - sambutan dari Ketua lesbumi : Imam Hamidi Antassalam Ketua tanfidziyah MWCNU : KH. Hisbulloh huda, S.H., Wabup : Syamsul Auliya Rahman
Syuriyah mwcnu : KH. Musbihin, MM., dan di pandu MC : Taufiq Hidahat + Iis Istiqomah pukul 21:00 WIB 22/10.
    Acara ini bukan hanya di hadiri oleh pelajar, mahasiswa, Muslim tapi juga dari non Muslim sebagai bentuk Santri bukan hanya milik orang Muslim tapi milik Indonesia, sebelum puncak acara pementasan di buka juga dengan menyayikan lagu bersama- sama Indonesia  Raya, Subannul Muslimin atau Yalal Waton, Mars Santri yang di pimpin oleh Ibu muslimat dari Fatayat Majenang.
  Dengan adanya acara ini diharapkan santri Indonesia ingat dan sadar untuk terus mempertahankan budaya dan keutuhan Negara Republik Indonesia. Pementasaberlangsung hingga pukul 22 : 30 WIB 22/10/2019 dan di sutradarai oleh Abdurrahman Purbaya dan di aktori oleh siswa - siswi dan mahasiswa - mahasiswi Majenang yang tergabung dalam Lembaga Lesbumi MWC NU Majenang
Islam bukan radikal tapi Islam adalah "Rahmatan Lil Alamin" yang penuh cinta kasih
Penulisan ini di ketahui
              Farez D.H.
ketua LPM Stais Sufyan Tsauri

Pagelaran Seni Budaya Santri Nusantara

Majenang- Upacara peringatan hari Santri Nasional yang di adakan di tengah Alun - Alun kota Majenang, banyak santri baik dari tingkat pelajar menengah kebawah hingga umum  sudah mulai  berantusias menghadiri upacara tersebut sejak pagi pukul 06 : 00 WIB.
         Upacara peringatan ini di selenggarakan oleh Nahdlatul'Ulama dan banomnya, keamanan dan pelayanan yang di berikan bukan hanya oleh polisi namun juga di kawal ketat oleh tentara Nahdlatul Ulama yaitu Banser.
        Upacara peringatan hari santri ini di harapkan untuk menyadarkan dan mengingatkan bahwa adanya santri indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia.

PERINGATAN HARI SANTRI

Majenang- 27 September 2019, Komisariat PMII Sufyan Tsauri Majenang  Mengadakan Dialektika Budaya di Pendopo Kecamatan Majenang yang bertemakan (Subtantif Sikap Mahasiswa Dalam Situasi Indonesia Saat Ini) dan di pantik oleh anggota DPRD Kab. Cilacap Komisi D, Bapak Didi Yudi Cahyadi dan Ketua PAC GP Ansor Cimanggu, Acara Dialektika Budaya Seharusnya mulai pukul       19 : 30 namun mulurnya acara  dialektika hingga pukul 21 : 00 karna terkendala salahsatu  pemantik yauitu Bapak DPRD harus mengikuti rapat terlebih dahulu.
         Terbawa suasananya Dialektika, hingga sambutan dari Bapak Didi Yudi Cahyadi menjadi forum diskusi 1 Jm 20 Menit namun kembali kondusif seperti manual acara oleh moderator Junaidi Martofani (Ketua Kaderisasi PMII Sufyan Tsauri Majenang). "Saya sangat senang bahkan menunggu masukan dari mahasiswa selama ini bahkan saya ingin yang di undang dalam dalam acara seperti ini bukan hanya saya tapi juga rektor - rektor dan orang dinas lainnya"  Kata pembuka yang di katakan Bapak Didi  Yudi Cahyadi.
Banyaknya masukan untuk mahasiswa dalam dialektika malam sabtu ini  dimana rakyat dan terutama mahasiswa ikut seta dalam menggawal kebijakan dan kinerja pemerintah karna pemerintah juga tida luput dari kesalahan  seperti kata  yang terlontar sebelum acara di tutup  " kami tidak masalah di demo ataupun di ajak audensi  oleh mahasiswa asal terstruktur dan kondusif" kata dari Bapak Didi Yudi Cahyadi dalam menanggapi pertayaan dari peserta dialektika.
           Sebelum acara di tutup 01 : 45 September 2019 di adakannya doa bersama untuk mendoakan aktifis PMII sebagai solidaritas dan mendoakan sesama yang kembali kerahmatuloh karna terkena tembakan aparatur daerah Kendari Sulawesi Tenggara sahabat Randi dan Yusuf saat aksi demo di depan kantor DPRD Kendari.

Belajar Gaharus Mewah
Jangan takut sebelum mencoba
Mahasiswa bukan Pelajar
Cuplikan vidio Dialektika disini


Losari-Hegar Manah adalah pentas kesenian kuda lumping moderen yang sering di adakan 1 sampai 2  tahun sekali di dusun Losari Rt/Rw 003/005 desa Jenang kecamatan Majenang. Pentas seni ini di ketuai oleh Abah Muksin / Habib Muksin sudah hampir beberapa tahun pentas seni kudalumping di daerah ini tidak melakukan pementasan dan baru saat ini mulai melakukan pementasan kembali 24/9/19.
    24/9 pementasan kesenian ini di mulai pukul 13/00, pentas kudalumping saat ini di meriahkan oleh paguyuban kuda lumping moderen Al Juhala.
Pementasan kesenian saat ini  di namakan " Kesenian Kuda Lumping Moderen  Ala Doktren"
     "Budaya kesenian kudalumping ini adalah budaya Indonesia yang harus di lestarikan agar tidak termakan oleh Zaman"

Hegar Manah


Majenang-Lembaga Pers Mahasiswa STAI Sufyan Tsauri Majenang
Kebakaran besar tejadi kembali menimpa beberapa rumah dan toko, di kota Majenang Jl.kiadeg belakang bioskop, kebakaran itu terjadi senin 5 Agustus 2019 pukul 15 : 45 hingga mahrib baru dapat di padamkan.
           Kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa akan tetapi karna besarnya api dan padatnya lingkungan kebakaran tersebut menghanguskan  3 Rumah warga dan 1 Toko, kebakaran tersebut belum di ketahui pasti apa penyebabya akan tetapi menurut beberapa masyarakat terdekat, kebakaran tersebut di akibatkan karna merambatnya  api dari pembakaran sampah yang dekat dari toko.

Kebakaran Besar Di Kota Majenang



Cilacap-(LPMSTAIS)Seorang warga berusia 85th dari desa Jenang Cigobang Jl.dukuh belakang percetakan cendana tinggal di rumah berukuran 3x2 yang berposisi diatas selokan dan beliau memiliki luka pada kakinya hingga tidakdapat berjalan tanpa bantuan sebuah tongkat kayu, Hidup sebatang kara yang mencari penghidupan dengan berdagang sebuah es dan kopi di persimpangan jalan dekat dengan Polres Majenang.
Kapankah tangan Pemerintah, tangan sahabat Mahasiswa, tangan para umat beragama, dan tangan" sesama manusia lainnya yang masih perduli terhadap sesama hadir untuk mereka untuk mengakhiri penantian akan harapan adanya perubahan untuk dapat hidup layak.

PURBALINGGA (wartamerdeka.info) –SCR Lembaga Pers Mahasiswa STAI Sufyan Tsauri.Info Umum- Kantor Desa Brecek kecamatan Kaligondang kondisinya sudah harus di rehab. Maka dari itu Kepala Desa melakukan gotong royong bersama warga dan dibantu TNI dari Koramil 02 Kaligondang Kodim 0702 Purbalingga, Selasa (30/7/2019).
Pembuatan Kantor Desa menggunakan anggaran dari Dana Desa, sedangkan untuk tenaga swadaya dari setiap RT secara bergiliran. Mereka melakukan gotong royong 12 orang setiap hari secara bergiliran.

Masyarakat desa Brecek terlihat bersemangat dalam pembangunan pemugaran Kantor Desa, dikarenakan Kantor Desa yang lama sudah tidak memungkinkan untuk digunakan dan harus secepatnya untuk di direhab.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Breckek Siti Rohmaningsih mengatakan sangat terbantu dengan gotong royong yang ada. Selain itu,  Siti Rohmaningsih juga mengapresiasi kehadiran Babinsa ditengah-tengah masyarakat dalam bergotong royong melaksanakan kerja bhakti tersebut.

"Karena ibarat masyarakat dan TNI adalah ikan dan air. Sehingga apa yang dirasakan masyarakat TNI terutama pak babinsa juga merasakan juga," terangnya.

Babinsa Brecek Serma Heri Sumali dalam kesempatan ini mengajak dan menghimbau kepada masyarakat desa Brecek agar menjaga dan memelihara sifat gotong royong.

Karena gotong royong adalah merupakan suatu ciri khas yang dimiliki masyarakat Indonesia. Gotong royong merupakan warisan kebudayaan nenek moyang yang perlu dilestarikan.

“Karena kita manusia sebagai mahkluk sosial jadi tidak bisa lepas dengan yang namanya saling membantu, saling mengerti dan saling menolong kepada sesama yang membutuhkan bantuan atau pertolongan," ujar Babinsa.
Diharapkan dengan pemugaran Balai Desa ini kelaknya perangakat atau masyarakat lebih bersemangat dalam bekerja.(gus)
Masih Adanya PKL Yang Membuka Lapak Setelah Di Keluarkannya Larangan Membuka Lapak Di Sekitar Taman Kota Majenag

Terkait kelanjutan kesepakatan dari antar paguyuban pedagang taman kota dengan pemerintahan kecamatan kota Majenang yang bersumber dari “radar banyumas”
( senin harus sudah kosong) ujar sekertaris kecamatan kota majenang,Aji Pramono, Kamis 27 juni 2019 dan menilai dari masih adanya pedagang kaki lima yang membuka lapak di depan taman kota Majenang setelah tenggang waktu yang di berikan oleh pihak kecamatan agar PKL yang berdagang di depan taman kota berpindah ke tempat berjualannya semula  di sebelah timur taman kota Majenang wartawan LPMSCR STAI Sufyan Majenag menemui beberapa pedagang untuk mencaritahu alasan kenapa masih ada yang berjualan di depan taman kota.

“Saya tidak mengetahui mengenai kesepakatan itu semua, saya memang mendengar sedikit tentang aturan itu tapi kesepakatan itu adalah kesepakatan antara pihak kecamatan dengan paguyuban pedagang bagian dalam” ujar tukang somay, salahsatu perwakilan yang di percaya perkumpulan pedagang bagian luar, tanggapan berdasarkan pertanyaan yang di ajukan wartawan LPMSCR STAI Sufyan Tsauri dari aturan yang di paparkan sumber data “radar banyumas” kepada para pedagang

“di area taman kota ini ada 2 kubu pedagang  peguyuban pedagang yang ada di area dalam taman dengan perkumpulan antar pedagang yang ada di depan taman kota majenang” ujar tukang somay, salahsatu perwakilan yang di percaya perkumpulan pedagang bagian luar

“Bagaimana tanggapan dari pedagang di luar setelah mengetahui aturan yang telah di buat oleh kesepakatan paguyuban pedagang taman kota dengan pihak kecamatan untuk tata kota Majenang” pertanyaan yang di ajukan Farez, wartawan LPMSCR STAI Sufyan Tsauri Majenang

“di area luar bukan paguyuban tapi sebuah perkumpulan pedagang keliling yang berhenti di area depan taman kota, saya setuju untuk pergi dan tidak berjualan di depan taman kota lagi tapi kalau boleh memberi saran kami siap membuat sebuah tangga untuk tanda area masuk taman selebar 3 Meter namun sisanya untuk kami mencari nafkah” ujar tukang somay, salahsatu perwakilan yang di percaya perkumpulan pedagang bagian luar, tanggapan berdasarkan penilaian dimana mereka memberi jarak 3 meter untuk jalan masuk taman namun justru di gunakan untuk parkir pengguna sehingga percuma mereka beri jarak kalu tidak ada tangga untuk tanda jalan masuk pejalan kaki tetap kesulitan masuk kearea taman.

“kalau memang pemerintah kecamatan ingin melakukan pembersihan PKL yang ada di kota majenag untuk merapihkan tata kota bersihkan semua jangan hanya sebagian” ujar pedagang buah  perkumpulan pedagang luar taman melihat situasi dari area alun – alun Majenang hingga taman kota masih banyak pedagang pkl bahkan banyak yang membuka lapak dengan permanen permanen
Rabu, 03 Juli 2019

www.lpmscrstaismajenang.ga
Fb. Lpmscr stais majenang
Ig. Lpmscr stais majenang
Wa/tlpn: 082233232160

Gelar Turnamen Sepak Bola, Ormas GIBAS Dan Polsek Majenang Lakukan Koordinasi

CILACAP (Warta Merdeka) - Ormas GIBAS Resort Cilacap akan menggelar turnamen sepak bola bekerjasama dengan Polsek Majenang. Kegiatan yang rencananya akan diselenggarakan di lapang desa Sindangsari kecamatan Majenang dilaksanakan selama 32 hari.

Ketua Umum Ormas GIBAS Resort kabupaten Cilacap Arif Darmawan dalam koordinasinya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT Bhayangkara ke - 73. Selain itu, turnamen sepak bola yang rencananya diikuti 32 tim sepak bola dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI 17 Agustus mendatang.

"InsyaAlloh rencananya kegiatan akan dimulai pada tanggal 20 Juli 2019 besok," ujar Arif pada saat koordinasi, Kamis (27/6/2019) malam di Mapolsek Majenang.

Dari hasil koordinasi, lanjutnya, turnamen sepak bola akan di kasih nama BHAYANGKARA CUP. Hal ini menurut Arif dimaksudkan untuk lebih mempererat kerjasama antara Ormas GIBAS dengan pihak kepolisian.

Sementara itu Kapolsek Majenang AKP Tri Suryo Irianto menyambut dengan baik kegiatan ini. "Kami menyambut kegiatan positif ini. Diharapkan akan menjadi hubungan yang lebih sinergis antara kepolisian dengan ormas. Khususnya ormas Gibas," jelasnya.
 (www.lpmscrstaismajenang.ga)
Pembagian Rapot MTS Negeri 01 Majenang,Cilacap
Pembagian Rapot nilai yang di lakukan di MTS Negri 01 Majenang Cilacap, Sabtu 29 Juni 2019 pukul 10 : 00 kelas 8A

Agar walimurit yang datang lebih dahulu agar mendapat rapot terlebihdahulu maka dibuat ide dengan menggunakan nomer antrian, (Ibu H.Mardiah dan Ibu rofikoh)

anak yang berinisial Z akan mendapat pembagian rapot terakhir walaupun walimurid datang lebih awal dibanding yang memiliki anak berinisial A, oleh sebab itu agar tidak ada kecemburuan dan hal lainnya maka penggunaan no antian di jadikan solusinya  (Ibu H.Mardiah )

Hal yang menarik lainnya yang di informasikan pada walimurid mengenai pengambilan rapot adalah
Persyaratan untuk dapat mengambil rapot selain melunasi biaya spp juga murid harus menyelesaikan sebuah hafalan, apa bila siswa tidak mengikuti hafalan maka rapot belum bisa di ambil (Ibu H.Mardiah)
 Pembelajaran  yang mengajarkan murid untuk lebih dekat dengan tuhannya ( salah satu wali Murid) Kita harus lebih dekat dengan tuhan dengan cara menjalin kemesraan dengan tuhan ( caknun, Youtube kemesraan dengan tuhan)
dengan beberapa kata pembukaan dan informasi, libur sekolah maupun mengenai biaya  SPP tahun yang akan datan berjalan dengan sangat kondusif.

Pembagian Rapot MTS Negeri 01 Majenang,Cilacap

Jurnalis Ambon,Galang Dana Untuk Anak Yatim Yang Jantungnya Bocor
Sejumlah jurnalis di Kota Ambon, Provinsi Maluku, menggalang dana untuk membantu Virdayanti Hatala, anak yatim piatu. Jantung remaja berusia 16 tahun yang bermukim di Desa Batu Merah, Kota Ambon ini, divonis bocor oleh dokter spesialis.
Firda, sapaan akrab Virdayanti Hatala itu divonis dokter mengalami gangguan pada jantungnya saat mengenyam pendidikan bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tahun 2015 lalu. Saat itu, kondisi jantungnya baru 0,01 persen.
Rasa sakit yang dialami Firda, sebenarnya telah dirasakan sejak lama. Tapi siswi yang kini duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Ambon itu, baru mengetahuinya setelah kakinya bengkak-bengkak.
Kaki Firda mulai terlihat bengkak tak beraturan setelah dirinya usai mengikuti olahraga di sekolah.
Kala itu, Usman Hatala, ayah Firda, membawanya ke dokter tulang. Namun dokter mengaku tidak ada masalah, lalu dirujuk ke dokter paru. Tapi hal yang sama juga disampaikan, hingga dirujuk lagi ke dokter jantung. Dari situlah, penyakit Firda diketahui.
Ayah Firda adalah seorang Aparat Sipil Negara (ASN) pada Universitas Terbuka di Ambon. Ia harus berjuang keras setelah mengetahui Firda mengalami kelainan jantung. Tak jarang, ia terpaksa kredit di bank.
Semasa ayahnya hidup, Firda sudah tiga kali bolak-balik Jakarta untuk penyembuhan. Rencananya, akhir Desember 2018 lalu, Firda harus kembali lagi ke Jakarta, untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Sayang, takdir berkata lain. Ayahnya itu, dipanggil Sang Pencipta.
Ayah Firda meninggal pada bulan November 2018, karena diduga diserang penyakit asam lambung. Kepergian ayahnya sempat membuat kondisi dirinya drop. Ia putus asa, ditinggal orang tercinta.
Waktu berlalu, Firda kembali bangkit untuk tetap tegar dan kuat bersama ibunya Rahiyah Lisaholet. Ia tak patah arang, agar sembuh dari penyakitnya itu.
Hanya empat bulan kepergian ayahnya, ujian besar kembali datang menghampiri Firda. Ibunya, kembali dipanggil Sang Khalik.
Ibu kandung remaja berparas cantik ini meninggal dunia pada Februari 2019. Ia meninggal karena diduga diserang penyakit gula darah.
Ditinggal pergi ayah dan ibu kandungnya, kondisi Firda semakin hari semakin memburuk. Rasa sakit semakin menggorogoti tubuh mungilnya itu mulai dirasakan pada bulan Mei 2019.
Oleh dokter di Jakarta, Firda disarankan beristirahat total untuk penyembuhan. Setelah Idul Fitri pada Juni 2019 lalu, ia diistirahatkan sementara dari aktivitasnya bersekolah.
Firda saat ini hidup bersama Echa Hatala, kakak perempuannya. Mereka hidup di sebuah rumah sederhana yang hanya memilik satu kamar tidur, dapur dan ruang keluarga berukuran kecil.
"Sejak bapak dan ibu meninggal, kesehatan Firda semakin memburuk," ungkap Echa, kaka sulung Firda kepada wartawan yang mengunjunginya, Jumat sore (28/6/2019).
Setelah ditinggal orang tua, Echa lebih giat lagi mencari nafkah. Selain menghidupi keluarga, hasil jualan es buah dan makanan ringan di depan rumahnya itu, juga untuk membiayai pengobatan adiknya tersebut.
"Keluarga kami juga membantu untuk pengobatan Firda, tapi kita kan tidak bisa terus-terus minta ke keluarga, karena mereka juga punya keluarga yang harus diperhatikan," terangnya.
Untuk menyembuhkan Firda, Echa harus mendatangi bekas kantor almarhum ayahnya untuk meminjam uang.
"Alhamdulillah, mereka bersedia pinjamkan uang sebesar Rp10 juta untuk kontrol penyakit Firda ke Jakarta. Rencanan Firda berangkat ke Jakarta hari Minggu besok, jelasnya.
Firda yang ditemui wartawan, juga mengaku ingin sembuh untuk melanjutkan sekolah. "Kata dokter beta (saya) seng (tidak) boleh lelah. Makanya saat ini beta tidak sekolah dulu. Beta ingin sembuh biar bisa masuk sekolah lagi," harapnya.
Bachtiar Heluth, seorang jurnalis TV Nasional mengaku, ide galang dana untuk membantu Firda lahir dari perbincangan melalui sebuah grup whatsapp. Diskusi lepas dari para awak media lokal, maupun nasional ini, kemudian menyepakati aksi sosial kemanusian tersebut.
"Ide ini juga lahir dari saran Bang Kasubbag Humas Polres Ambon (IPDA Julkisno Kaisupy). Aksi ini bukan saja khusus kepada wartawan tapi juga untuk umum," kata Heluth.
Heluth mengaku, semoga aksi penggalangan dana ini bisa sedikit membantu biaya penyembuhan dan mengurangi beban keluarga Firda.
"Alhamdulillah, sejak aksi ini dibuka sore tadi, sampai jam 9 malam ini, kita sudah mengumpulkan uang sebesar Rp 5.250.000. Kita memang bukan sedarah tapi kita basudara," tandasnya.

- Copyright © Mahasiswa Majenang Bersuara - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -